RSS Liputan6.Com

  1. Liputan6.com, Jakarta Striker Real Madrid, Karim Benzema tak akan menjalani operasi untuk memulihkan cedera jari tangan kanannya. Setelah berdiskusi dengan pihak klub, Benzema dipastikan hanya akan menggunakan pelindung tangan untuk menghindari cedera yang lebih parah.

    Kabar buruk ini menimpa Benzema ketika membantu Madrid mengalahkan Real Betis (1-0) beberapa waktu lalu. Benzema mengalami cedera retak jari kelingking di tangan kanannya karena berduel dengan lawan. 

    Masalahnya, Benzema terbilang sebagai satu-satunya striker murni yang bisa diandalkan Madrid musim ini. Kondisi ini memaksa Santiago Solari untuk tetap memainkan Benzema dengan kondisinya saat ini, sebab dia yakin cedera jari tangan tak akan terlalu berpengaruh pada performa pemainnya.

    Cedera jari tangan itu memang tak terlalu berpengaruh, tapi tetap saja permainan Benzema mungkin akan sedikit berbeda. Oleh sebab itu, Benzema akan menggunakan alat proteksi spesial yang didesain secara khusus untuk atlet.

    Pada dasarnya proteksi itu akan membuat dia bisa bermain tanpa masalah besar. Benzema masih bisa beradu fisik dengan lawan dan mencetak gol dengan kaki atau sundulannya.

    Hal ini terpaksa dilakukan Madrid mengingat jadwal ketat mereka dalam beberapa pekan ke depan. Madrid akan menghadapi Ajax Amsterdam di Liga Champions dan melawat ke Estadio Wanda Metropolitano untuk menghadapi Atletico Madrid.

    Tanggung Beban

    Penyerang Real Madrid, Karim Benzema merayakan golnya ke gawang Bayern Munchen pada leg kedua semifinal Liga Champions di Santiago Bernabeu stadium, Madrid, (1/5/2018). Madrid bermain imbang 2-2. (AP/Paul White)

    Musim ini, Benzema memang memanggul beban yang lebih berat pasca kepergian Cristiano Ronaldo. Sebagai striker utama, dia dituntut untuk mencetak banyak gol dan membantu tim meraih kemenangan.

    Sayangnya, sejak musim lalu ketajaman Benzema tampak sedikit berkurang. Dia lebih sering melewatkan peluang-peluang matang yang seharusnya bisa dituntaskan oleh seorang striker no. 9.

    Situasi ini memaksa Madrid untuk mempertimbangkan pembelian striker anyar. Sejauh ini hanya nama Maurio Icardi yang dianggap layak dan terus didengungkan sebagai calon pengganti Benzema. Menarik melihat bagaimana Benzema akan membuktikan dirinya musim ini.

    Sumber Bola.net

  2. Jakarta Ganda putri tuan rumah, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, harus melewati babak pertama Indonesia Masters 2019 dengan sengit. Berjumpa wakil Bulgaria, Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva, di Istora Senayan, Rabu (23/1/2019), Greysia/Apriyani menang dua gim langsung 22-20, 21-15. 

    Duel ini menjadi pertemuan ketiga bagi kedua pasangan di turnamen resmi BWF. Sebelumnya mereka pernah saling jegal di All England dan Jepang Terbuka 2018. 

    Rekor pertemuan sementara ini sama kuat 1-1. Jadi, siapa pun pemenang pada laga kali ini berhasil mempertajam rekornya. 

    Menempati unggulan keempat dan mendapat dukungan publik tuan rumah, Greysia/Apriyani jelas lebih difavoritkan. Namun, mereka mendapat perlawanan yang tak mudah dari ganda lawan. 

    Duo Stoeva membuat laga berjalan alot, sehingga kejar mengejar poin berlangsung sengit. Gim pertama bahkan harus diselesaikan melalui setting. 

    Pada momen krusial, Greysia Polii/Apriyani Rahayu bisa bermain tenang. Gim ini dimenangi dengan skor 22-20. 

    Rehan / Fadia Tersingkir

    Gim kedua berjalan lebih mulus bagi Greysia/Apriyani. Mereka berhasil mengendalikan jalannya laga. Saat interval, pasangan Indonesia unggul 11-9. 

    Setelah interval, laju Greysia/Apriyani makin tak terbendung. Mereka berhasil mengamankan gim kedua dengan margin enam poin sekaligus memastikan tiket ke babak kedua. 

    Pada pertandingan sebelumnya, ganda campuran Indonesia, Rehan Naufak Kusharjanto/Siti Fadia Silvia Ramadhanti, gagal melaju ke babak kedua. 

    Pasangan muda tersebut gagal membendung unggulan kelima asal Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai. Mereka kalah dua gim langsung 18-21, 17-21. 

     Sumber Bola.com

  3. Liputan6.com, Jakarta Dalam mencari ridho Allah SWT, umat Islam harus senantiasa menjalankan perintah-Nya. Yakni dengan cara mengerjakan amalan wajib dan sunnah, serta menjauhi semua jenis larangan-Nya. 

    Umat Islam mempertebal iman dan menyempurnakan ibadah dengan amalan-amalan sunnah, salah satunya adalah shalat sunnah sebagai penyempurna shalat wajib.

    Rasulullah mengajarkan umatnya untuk melakukan hal-hal yang terpuji, di mana contoh mudahnya adalah dengan mengerjakan shalat witir sebagai penutup shalat sunnah. Tingkatan keistimewaan shalat  witir membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mewasiatkan kepada sahabat beliau agar senantiasa mengerjakannya. Shalat ini pula yang menjadi penutup seluruh shalat malam.

    Shalat  witir adalah shalat  sunnah dengan jumlah rakaat ganjil yang dikerjakan untuk menutup ibadah shalat sunnah yang dikerjakan di hari itu. Jika Anda telah selesai menjalankan shalat sunnah sunnah dan tidak bermaksud mengerjakan shalat sunnah lainnya, disarankan untuk menutupnya dengan shalat witir.

    Shalat  witir merupakan salah satu shalat  sunnah muakkad, artinya yaitu sangat dianjurkan. Disebut shalat witir karena jumlah rakaatnya ganjil. Sebenarnya, shalat witir lazimnya dikerjakan dengan 3 rakaat. Namun jika kondisi fisik tidak memungkinkan, mengerjakan shalat witir sebanyak 1 rakaat juga tidak dilarang.

    Lalu sudahkah Anda mengetahui bacaan niat shalat  witir yang benar? Jika belum, Liputan6.com Rabu (23/1/2019) sajikan ulasan tata cara shalat witir lengkap dengan bacaan doa untuk menyempurnakan ibadah Anda.

    Niat shalat witir dan waktu sholat witir

    Niat shalat  witir 1 rakaat salam

    Bagi Anda yang ingin mengerjakan shalat  witir dengan 1 rakaat saja, berikut ini bacaan niat shalat  yang bisa Anda hafalkan.

    Ushallii sunnatal witri rok 'ataini (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.

    Artinya:

    Saya niat shalat  witir satu rakaat (menghadap qiblat) karena Allah ta'alaa.

    Niat shalat  witir 3 rakaat 1 kali salam

    Berikut ini bacaan niat shalat  witir dengan 3 rakaat yang diikuti dengan 1 kali salam. 

    Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka'aatain (mustaqbilal qiblati) lillaahi ta'alaa.

    Artinya :

    "Saya berniat shalat witir tiga rakaat (menghadap kiblat) karena Allah ta'alaa".

    Waktu shalat witir

    Waktu shalat witir terbentang sejak setelah shalat Isya’ hingga terbitnya fajar. Sehingga, melaksanakan shalat witir selain di waktu yang telah disebutkan, merupakan mubah hukumnya. Menurut hadist riwayat Imam Ahmad, Rasulullah mengerjakan shalat witir pada pada akhir malam.

    Tata Cara Shalat Witir

    Dalam mengerjakan shalat witir 3 rakaat, boleh dikerjakan dua rakaat kemudian diakhiri dengan satu rakaat, dengan masing-masing satu tasyahud dan satu kali salam. Boleh pula keseluruhan 3 rakaat sekaligus dengan satu kali salam.

    Tata cara shalat witir yang pertama adalah membaca niat yang dapat dilakukan baik dalam hati maupun secara lisan. Tidak ada peraturan yang memaksa mengenai membaca niat shalat witir. Setelah membaca niat, lakukan takbiratul ikhram.

    Takbiratul Ihram

    Tata cara shalat witir setelah membaca niat adalah takbiratul ihram. Takbiratul Ihram dilakukan setelah membaca niat yaitu dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga untuk laki-laki, dan sejajar dengan dada untuk perempuan, sambil membaca:

    “Allaahu akbar”

    Kemudian kedua tangan disedekapkan pada dada dan membaca do’a iftitah:

    “Kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahi bukrataw waashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil ‘aalamiin. Laa syariika lahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.”

    Membaca Al-Fatihah

    Tata cara shalat witir selanjutnya adalah dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah. Berikut adalah bacaan do’anya:

    “Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maalikiyaumiddiin. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iinu. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin. Aamiin.”

    Membaca Suratan Pendek

    Jika melakukan shalat witir tiga rakaat, disunnahkan membaca surat Al A’la pada rakaat pertama dan surat Al Kafirun pada rakaat kedua. Sedangkan pada rakaat ketiga membaca 3 surat yaitu Al Ikhlas, surat Al Falaq dan surat An Nas.

    Ruku’

    Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, tata cara shalat witir selanjutnya adalah ruku’. Bacaannya adalah:

    “Subhaana rabbiyal ‘adziimi wa bihamdih”. (3x)

    I'tidal

    Setelah ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca:

    “Sami’allaahu liman hamidah.”

    “Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaawati wa mil ‘ulardhi wa mil ‘umaasyi’ta min syai’in ba’du.”

    Sujud

    Tata cara shalat witir setelah I’tidal adalah melakukan sujud. Saat sujud, bacalah tasbih sebanyak tiga kali:

    “Subhaana rabbiyal a‘laa wa bihamdih.” (3x)

    Setelah sujud, lakukan duduk di antara dua Sujud dan membaca:

    “Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”

    Selanjutnya, setelah melakukan sujud lanjutkan dengan rakaat kedua hingga ketiga seperti urutan yang dijelaskan di atas. Pada rakaat ketiga, lakukan lah tahiyatul akhir seperti yang akan dijelaskan selanjutnya.

    Tahiyatul Akhir

    Bacaan doa tahiyatul akhir adalah sebagai berikut:

    “attahiyaatul mubaarakaatush shalawaa-tuth thayy1baatu lillaah. assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. assalaamualainaa wa’alaa `ibaadillaahish shaalihhn. asy-hadu al laa ilaaha illallaah, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullaah. allaahumma shalli alaa sayyidinaa muhammad. wa alaa aali sayyidinaa muhammad. kama shallaita ‘alaa sayyidinaaibraahiim. wa’alaa aali sayyidinaa ibraahiim wabaarik-‘alaa sayyidinaa muhammad wa-‘alaa aali sayyidinaa muhammad. kamaa baarakta alaa sayyidinaa ibraahiim. wa ‘alaa aali sayyidinaa ibraahiim fil’aala miina innaka hamiidum majiid.”

    Salam

    Selesai Tahiyatul Akhir, lakukan salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri bergantian sambil membaca:

    “Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.”

    Doa Shalat Witir

    Setelah shalat witir disunnahkan membaca dzikir berikut sebanyak tiga kali:

    Subhaanal malikil quddus

    Setelah membaca dzikir, berikut adalah doa setelah shalat witir yang dapat diamalkan.

    Allohumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik wa bi mu’aafaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik

     

    Reporter: Yunisda Dwi Saputri