RSS Liputan6.Com

  1. Liputan6.com, Jakarta - Dinas Kesehatan DKI Jakarta akan mengevaluasi standar operasional penyiapan makanan tambahan anak sekolah. Hal tersebut akibat adanya anak yang diduga keracunan makanan tambahan anak sekolah.

    "Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan akan berkoordinasi dalam rangka meningkatkan kualitas program makanan tambahan anak sekolah di antaranya dengan cara mengevaluasi standar prosedur operasional penyiapan makanan," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti dalam keterangan tertulis, Senin (16/9/2019).

    Selanjutnya yakni memberikan pelatihan serta penapisan kesehatan bagi para petugas. Lanjut dia yakni, memperketat pengawasan untuk memastikan makanan yang dibagikan dihabiskan di sekolah.

    "Jadi tidak diperkenankan dibawa pulang," ucapnya.

    Selain itu yakni memberikan label pada kemasan makanan di mana diharuskan mencuci tangan sebelum makan. Tak hanya itu makanan juga harus dihabiskan saat itu juga.

    "Tujuan dari program ini diantaranya adalah untuk meningkatkan kecukupan asupan gizi anak sekolah melalui makanan tambahan dan meningkatkan ketahanan fisik anak sekolah dalam mengikuti kegiatan belajar," paparnya.

     

    Seorang Anak Meninggal

    Sebelumnya, seorang anak berinisial LSZ meninggal diduga  akibat keracunan makanan makanan tambahan anak sekolah yang dibawa kakaknya dari sekolah. LSZ sempat dirawat di RSUD Koja.

    Dia didiagnosa dokter mengalami infeksi saluran pernafasan, kadar garam tinggi, serta infeksi saluran pencernaan.

    Orang tua LSZ menyampaikan bahwa sang anak telah lama mengidap penyakit gangguan pernapasan, namun untuk dua penyakit lainnya baru dialami si anak bontot setelah mengonsumsi nasi goreng dari makanan tambahan anak sekolah.

  2. Liputan6.com, Jakarta - Banyak ragam minuman tradisional khas Indonesia yang tidak kalah segar dengan minuman ala luar negeri, salah satunya adalah cendol. Dengan mendengar namanya saja, kita pasti langsung terbayang dengan kesegaran segelas es cendol dingin dengan citarasa manis.

    Kalau kita lebih mengenal cendol yang disajikan dengan saus gula merah dan siraman kuah santan, berbeda halnya dengan inovasi yang ditawarkan oleh Radja Cendol (Randol).

    Mereka menawarkan konsep cendol susu yang dipadukan dengan aneka topping yang lezat. Randol pun menyajikan minuman kekinian yang banyak diminati.

    Sesuai dengan namanya, Randol memang pantas dijuluki Raja Cendol Indonesia. Dibuka sejak 2014, Randol kini sudah mempunyai lebih dari 800 gerai di berbagai daerah di Indonesia.

    Danu Sofwan selaku pendiri Randol mengungkapkan kiat sukses berbisnis makanan dan minuman dengan terus berinovasi dengan produk.

    "Banyak produk dasar yang dikreasikan ulang. Kita harus berinovasi agar tidak bosan," ungkap Danu dalam sebuah acara di Jakarta Pusat, 13 September 2019.

    Ia mencontohkan produknya yang merupakan minuman tradisional Indonesia dengan inovasi kemasan, selain menu-menu baru. Danu juga menargetkan menu baru setiap tiga bulan.

    Dia sudah mengombinasikan cendol dengan bahan makanan lain yang menarik dan menghasilkan rasa baru. Misalnya, durian, milkshake, sampai roti panggang.

    Kece Parah dan Digondol Satpol

    Danu Sofwan (kanan) di Jumpa pers Endeus Festival 2019. (foto: dok.gdpventure)

    Berbagai inovasi Danu itu bertujuan konsumen tidak bosan dan selalu penasaran dengan produknya. Konsumen juga akan kembali demi menikmati minuman buatannya itu.

    "Kita juga harus bisa menarik perhatian pasar dengan pakai nama menu yang aneh dan unik. Hal ini penting supaya gampang diingat orang," tuturnya.

    Hal itu terlihat dari menu Randol yang terkesan unik dan lucu seperti "Kece Parah" alias "Keju Cendol Pake Duren Aaaahhh" sampai "Digondol Satpol" yang merupakan kependekan dari "Di mana Green Tea dan Cendol Bersatu, Itu Nampol".

    Danu juga akan berbagi lebih banyak tips berbisnis dan memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan usaha dalam Endeus Festival yang akan berlangsung di Gandaria City Mal, Jakarta Selatan, pada 25-27 Oktober 2019.

    Untuk memenuhi kebutuhan para mitra yang ingin memulai bisnis bersama Randol, Danu mengatakan timnya sudah menyiapkan dua pilihan paket kemitraan, yaitu paket indoor dan paket outdoor. Para panglima Randol (sebutan untuk mitra waralaba Randol) bisa memilih kedua paket tersebut dengan harga terjangkau.

    Saksikan video pilihan di bawah ini:

  3. Liputan6.com, Penajam - Kabut asap pekat atau tebal menyelimuti wilayah Kelurahan Petung hingga Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, pada malam hingga pagi hari.

    Sejumlah warga yang berhasil ditemui mengatakan, kabut asap mulai pekat pada malam hingga pagi hari, khususnya di wilayah Kelurahan Petung hingga Desa Giripurwa dan sekitarnya.

    Menurut warga, sejak beberapa hari terakhir sekitar pukul 21.00 Wita hingga antara pukul 07.00 dan 08.00 Wita, kabut asap pekat dan menimbulkan bau seperti bekas pembakaran.

    "Bau asap cukup kuat sekitar jam 21.00 Wita sampai pagi, susah bernafas sampai batuk-batuk dan mata merah," ujar Jumansyah, salah satu warga Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam, Senin (16/9/2019), dilansir Antara.

    Namun ia menimpali lagi, menjelang siang hari, kondisi udara mulai membaik kendati masih terlihat asap tipis menyelimuti wilayah Kelurahan Petung hingga Desa Giripurwa.

    Darmanto, salah satu warga Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam, juga mengaku merasakan kabut asap mulai pekat atau tebal saat malam hingga pagi hari sejak beberapa hari terakhir.

    "Saat malam hingga pagi hari kabut asap terlihat tebal dan apabila terhirup baunya seperti bekas pembakaran. Kabut asap akan berbahaya bagi kesehatan, terutama anak-anak," ucapnya.

    Penyebab kabut asap tersebut tidak bisa dipastikan, tetapi diduga berasal dari kebakaran lahan yang terjadi di RT 11 dan 12 Kelurahan Petung, hingga RT 03 Desa Giripurwa, Kecamatan Penajam.

    Lahan di RT 11 dan 12 Kelurahan Petung, hingga RT 03 Desa Giripurwa yang terbakar itu merupakan lahan gambut dan masih dalam penanganan petugas, serta masih mengeluarkan asap tebal.

    Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, luasan lahan gambut yang terbakar di wilayah Kelurahan Petung hingga Desa Giripurwa tersebut sudah mencapai 110 hektare.

    Untuk penanggulangan kebakaran lahan itu, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara membentuk tim gabungan, terdiri dari TNI/Polri dan instansi terkait, serta organisasi kemasyarakatan.

    Saksikan video pilihan berikut ini: